Sumenep – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Wiraraja menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Jum’at 17 April 2025 sebagai bagian dari upaya pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghimpun berbagai masukan konstruktif dari para pemangku kepentingan (stakeholder) yang meliputi dosen, guru mitra, alumni, pengguna lulusan, serta pakar pendidikan.
Melalui forum diskusi ini, Program Studi PGSD berupaya untuk memastikan bahwa kurikulum yang dirancang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, sikap profesional, serta mampu bersaing di dunia kerja. Masukan dari para peserta FGD menjadi bagian penting dalam proses peninjauan dan penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman serta selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi.
Kegiatan FGD ini juga menjadi wujud komitmen FKIP Universitas Wiraraja dalam menjamin mutu pendidikan dan mendukung implementasi kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL), sehingga diharapkan mampu mencetak guru-guru SD yang unggul, adaptif, dan inovatif.
FGD ini dihadiri oleh Bapak Puniman, M.Pd.I. selaku Dekan FKIP, Ibu Tita Tanjung Sari, M.Pd. selaku Wakil Dekan I, Bapak Siddik Romadhan, M.Pd. selaku Wakil Dekan II, serta Bapak Anang Hadi Cahyono, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan alumni PGSD yang turut memberikan perspektif dan pengalaman mereka sebagai lulusan yang telah terjun ke dunia kerja.
Dekan FKIP, Bapak Ach. Puniman, M.Pd.I., dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan Focus Group Discussion ini merupakan salah satu langkah nyata dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam peninjauan dan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Beliau menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari dosen, alumni, hingga pengguna lulusan, dalam memberikan masukan terhadap kurikulum agar selaras dengan kebutuhan lapangan dan perkembangan dunia pendidikan.
“Melalui forum ini, kami berharap kurikulum PGSD Universitas Wiraraja dapat disusun secara komprehensif dan kontekstual, sehingga mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa FKIP Universitas Wiraraja terus berkomitmen untuk menjaga mutu lulusan dan memastikan bahwa proses pendidikan yang dijalankan memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional dan berkualitas.
Sedangkan Bapak Anang Hadi Cahyono, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), menyatakan bahwa kegiatan Focus Group Discussion ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan kurikulum agar sesuai dengan tuntutan Outcome-Based Education (OBE) dan kebutuhan dunia kerja. Ia menekankan bahwa kurikulum harus mampu mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakat secara luas.
“Melalui FGD ini, kami ingin mendengar langsung berbagai masukan dari para pemangku kepentingan, khususnya alumni dan pengguna lulusan, sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. Harapannya, lulusan PGSD Universitas Wiraraja dapat menjadi guru-guru yang profesional, inovatif, dan siap bersaing di era global,” ujarnya. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif semua pihak dalam kegiatan ini, dan berharap proses revisi kurikulum yang tengah berlangsung dapat menghasilkan dokumen kurikulum yang relevan, implementatif, dan berdaya saing tinggi. (ant)
